Apple kembali menunjukkan kepeduliannya terhadap pengalaman pengguna dengan menghadirkan fitur baru pada pembaruan iOS terbaru. Setelah banyak keluhan mengenai tampilan Liquid Glass yang dianggap terlalu mencolok dan reflektif, perusahaan akhirnya memberikan opsi baru yang memungkinkan pengguna mengatur efek visual sesuai preferensi pribadi.
Pembaruan ini menjadi bagian dari iOS 18.1 yang mulai diluncurkan secara bertahap ke pengguna iPhone di seluruh dunia. Melalui fitur ini, pengguna bisa memilih tingkat transparansi, refleksi cahaya, hingga efek kedalaman yang sebelumnya tidak bisa dikontrol secara manual.
Langkah ini sekaligus menegaskan komitmen Apple dalam menciptakan keseimbangan antara desain futuristik dan kenyamanan pengguna.

Tampilan baru efek Liquid Glass di iOS 18 memungkinkan pengguna menyesuaikan tingkat transparansi dan kilauan sesuai selera.
Fitur Liquid Glass: Inovatif Namun Kontroversial
Efek Liquid Glass pertama kali diperkenalkan Apple pada peluncuran iPhone 15 Pro sebagai bagian dari evolusi desain antarmuka iOS yang lebih dinamis. Teknologi ini menampilkan efek transparan dan reflektif di berbagai elemen sistem seperti widget, dock, dan control center.
Meski dianggap menarik dan modern, sebagian pengguna merasa efek ini membuat layar terlihat terlalu mengilap, terutama di ruangan terang. Beberapa pengguna juga mengeluhkan peningkatan konsumsi baterai akibat efek visual berintensitas tinggi.
Dengan adanya pembaruan terbaru ini, pengguna dapat menonaktifkan efek Liquid Glass secara penuh atau menyesuaikannya agar lebih halus dan lembut pada mata.
Respons Positif dari Komunitas Apple
Langkah Apple untuk membuka kontrol visual ini mendapat sambutan hangat dari komunitas pengguna dan pengulas teknologi. Banyak yang menilai bahwa Apple kini lebih terbuka terhadap masukan publik, berbeda dari citra perusahaan yang dulu dikenal terlalu “tertutup” terhadap permintaan kustomisasi.
Sejumlah pengguna di platform Reddit dan forum resmi Apple menyebut fitur baru ini sebagai bentuk “kompromi elegan” antara desain dan fungsi. Pengguna yang menyukai estetika modern tetap dapat mempertahankannya, sementara mereka yang lebih konservatif bisa memilih tampilan klasik tanpa refleksi berlebih.
Tak sedikit juga yang berharap Apple menerapkan konsep serupa pada fitur lain, seperti kontrol animasi sistem dan tema warna dinamis.
Dampak Terhadap Desain Ekosistem Apple
Pembaruan ini tidak hanya berdampak pada iPhone, tetapi juga kemungkinan akan dibawa ke perangkat lain dalam ekosistem Apple seperti iPad, Mac, dan Vision Pro. Dengan filosofi desain yang semakin fleksibel, Apple tampaknya ingin menciptakan pengalaman visual yang konsisten namun tetap adaptif terhadap kebutuhan individu.
Beberapa analis teknologi bahkan menilai langkah ini sebagai sinyal bahwa Apple mulai menyesuaikan diri dengan tren user customization yang sebelumnya lebih populer di Android.
Dalam konteks yang lebih luas, Apple kini menunjukkan arah baru: desain elegan tidak harus kaku, tapi bisa menyesuaikan dengan karakter setiap pengguna.
Kehadiran opsi pengaturan Liquid Glass membuktikan bahwa Apple tidak hanya fokus pada inovasi, tetapi juga mendengarkan suara penggunanya.
Dengan memberikan kebebasan dalam menyesuaikan tampilan antarmuka, Apple berhasil menggabungkan dua hal penting sekaligus: estetika dan kenyamanan.
Kini pengguna iPhone dapat menikmati pengalaman visual yang benar-benar personal, tanpa harus mengorbankan performa atau efisiensi daya.
Langkah ini mungkin tampak kecil, namun di mata para penggemar Apple, ini adalah awal dari era baru personalisasi elegan dalam ekosistem iOS.






